Menjemput Kesempatan, Menyiapkan Diri: Jejak Mustamid, M.Pd.
Pendidikan

Menjemput Kesempatan, Menyiapkan Diri: Jejak Mustamid, M.Pd.

Mustamid, M.Pd. · 23 September 2026
Mustamid, M.Pd., alumni MA Nurul Ummah angkatan masuk 2005 dan lulus 2008, kini berkiprah sebagai dosen pada Prodi PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan di MA Nurul Ummah, ia memilih tetap melanjutkan pengembaraan ilmu di Yogyakarta hingga menyelesaikan Madrasah Diniyah Nurul Ummah (MDNU) sampai lulus tingkat 2 Ulya.

Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut melalui pendidikan formal di S1 Teknologi Pendidikan UNY dan S2 PGMI UIN Suka. Saat ini, ia sedang menempuh S3 Teknologi Pendidikan UNESA sejak 2025 dengan beasiswa LPDP.

Namun, perjalanan Mustamid tidak berhenti pada pendidikan formal. Hingga kini, ia masih merasa menjadi bagian dari Nurul Ummah. Berbagai fase pengabdian pernah dijalaninya, mulai dari menjadi pengurus pondok, pengajar diniyah, hingga pengurus yayasan.

Baginya, menjadi santri sekaligus siswa di MA Nurul Ummah merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia bersyukur pernah belajar dari kiai yang inspiratif, bapak-bapak pengurus, guru-guru, dan pembimbing yang mengayomi serta memberikan banyak kesempatan untuk belajar. Pembelajaran baginya tidak terbatas di ruang kelas. Kesibukan dalam organisasi intra sekolah yang dahulu disebut OSIS, berbagai ajang lomba, dan kegiatan lainnya menjadi bagian penting dari proses pembentukan dirinya.

Begitu banyak memori yang masih tersimpan dalam benaknya dan menjadi pengingat bahwa ia sangat beruntung pernah menjadi bagian dari MANU.

Kepada adik-adik santri MA Nurul Ummah, Mustamid berpesan bahwa kesuksesan adalah akumulasi dari kesempatan dan kesiapan. Menurutnya, kelak akan banyak kesempatan dan peluang yang hadir, baik berupa beasiswa studi, kejuaraan lomba, maupun pekerjaan. Karena itu, ia berpesan untuk mengambil setiap kesempatan yang terbuka. Seperti kesempatan dalam beribadah, jangan pilih-pilih; manfaatkan setiap kesempatan yang dapat dilakukan karena tidak pernah diketahui kesempatan mana yang akan membawa pada keberhasilan.

Di sisi lain, kesempatan perlu diimbangi dengan kesiapan. Ia mengajak para santri untuk menyukai proses belajar hal baru dan terus menambah keterampilan. Kesempatan emas tidak akan menjadi kesuksesan apabila seseorang belum memiliki kapasitas dan keterampilan untuk mengeksekusinya.

Perjalanan Mustamid menjadi gambaran bahwa pendidikan, kesempatan, kesiapan, dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Dari ruang kelas MA Nurul Ummah, pengabdian di lingkungan pesantren, hingga menjadi dosen dan melanjutkan S3 dengan beasiswa LPDP, ia terus membawa semangat untuk belajar dan berkembang.

Motto: “100% atau tidak sama sekali.”

Instagram: @mustamidbantul
Domisili/Aktivitas: Bantul, DIY