Pendidikan
Dari Santri, Menapaki Jalan Ilmu hingga S3 dan Pengabdian
Dr. Akhmad Nasir, S.Pd.I., M.Pd.I. ·
07 September 2026
Dr. Akhmad Nasir, S.Pd.I., M.Pd.I., berdomisili dan beraktivitas di Bantul, Yogyakarta. Kegiatan sehari-harinya diisi dengan mengajar serta mengisi berbagai acara keislaman atau pengajian di berbagai lapisan masyarakat dan instansi, seperti kampus, sekolah, masjid, masyarakat, hingga instansi pemerintahan. Ia juga mendirikan sekaligus mengajar di TPQ dan Madrasah Diniyah Zahrotul Fata, yang saat ini memiliki sekitar 200 santri. Di samping itu, ia menjalankan bisnis online, menjadi bapak yang totalitas mengurus anak-anak serta menjadi suami yang sayang istri. Saat ini, ia juga ikut terlibat aktif sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Bina Putra bidang pendidikan formal.
Perjalanan pendidikannya setelah lulus dari MA Nurul Ummah terus berlanjut. Ia melanjutkan studi S1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga dan lulus pada 2013. Setelah lulus, ia ikut mengajar di MTs Nurul Ummah sembari melanjutkan studi S2 di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan lulus pada 2015. Di MTs Nurul Ummah, ia sempat menjadi kepala madrasah selama dua tahun, yaitu pada 2020–2022. Setelah itu, ia melanjutkan studi S3 di UIN Sunan Kalijaga dan berhasil lulus pada 2025.
Ia adalah sosok yang suka mencoba banyak hal baru dan senang belajar. Cita-citanya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang S3 benar-benar terlaksana karena sejak awal ia memang memiliki cita-cita untuk kuliah setinggi-tingginya. Baginya, entah menjadi apa pun nantinya, dengan memiliki bekal ilmu, insya Allah seseorang akan menjadi lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Salah satu pencapaian yang ingin ia bagikan adalah kesempatan mendapatkan beasiswa S3 full dari LPDP hingga lulus. Ia juga diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi santri penghafal Al-Qur'an. Namun, pencapaian yang paling penting baginya adalah tetap berusaha menjadi santri dan menjaga diri dengan akhlak santri sebisa mungkin, di mana pun dan kapan pun, insya Allah.
Kepada para santri MA Nurul Ummah, ia berpesan:
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh karena ilmu akan benar-benar menjadi perhiasan bagi dirimu sendiri. Kamu tidak perlu menampilkan keunggulanmu atau menceritakan kehebatanmu. Cukup ilmu yang akan menghantarkanmu kepada kemuliaan dan kebahagiaan hidup.”
Bagi dirinya, prinsip yang terus dipegang adalah: “Jadilah dirimu sendiri dengan mengatakan; aku adalah aku, bukan dia atau kamu.”
Ia dapat dijumpai melalui Facebook dengan nama Nasir Ahmad.
Perjalanan pendidikannya setelah lulus dari MA Nurul Ummah terus berlanjut. Ia melanjutkan studi S1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga dan lulus pada 2013. Setelah lulus, ia ikut mengajar di MTs Nurul Ummah sembari melanjutkan studi S2 di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan lulus pada 2015. Di MTs Nurul Ummah, ia sempat menjadi kepala madrasah selama dua tahun, yaitu pada 2020–2022. Setelah itu, ia melanjutkan studi S3 di UIN Sunan Kalijaga dan berhasil lulus pada 2025.
Ia adalah sosok yang suka mencoba banyak hal baru dan senang belajar. Cita-citanya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang S3 benar-benar terlaksana karena sejak awal ia memang memiliki cita-cita untuk kuliah setinggi-tingginya. Baginya, entah menjadi apa pun nantinya, dengan memiliki bekal ilmu, insya Allah seseorang akan menjadi lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Salah satu pencapaian yang ingin ia bagikan adalah kesempatan mendapatkan beasiswa S3 full dari LPDP hingga lulus. Ia juga diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi santri penghafal Al-Qur'an. Namun, pencapaian yang paling penting baginya adalah tetap berusaha menjadi santri dan menjaga diri dengan akhlak santri sebisa mungkin, di mana pun dan kapan pun, insya Allah.
Kepada para santri MA Nurul Ummah, ia berpesan:
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh karena ilmu akan benar-benar menjadi perhiasan bagi dirimu sendiri. Kamu tidak perlu menampilkan keunggulanmu atau menceritakan kehebatanmu. Cukup ilmu yang akan menghantarkanmu kepada kemuliaan dan kebahagiaan hidup.”
Bagi dirinya, prinsip yang terus dipegang adalah: “Jadilah dirimu sendiri dengan mengatakan; aku adalah aku, bukan dia atau kamu.”
Ia dapat dijumpai melalui Facebook dengan nama Nasir Ahmad.